Peran kepalabsekolah dalam peningkatan mutu pendidikan

 


ARTIKEL ILMIAH 

TENTANG

“ PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SDIT QURATA A’YUN BATU SANGKAR ”

OLEH : ARJUNI WIDIA SARI

Email: arjuniwidiasari06@gmail.com

ABSTRAK

Peran kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan sangatlah penting, kepala sekolah harus menjalankan aspek-aspek konsep manajemen mutu terpadu daiantaranya yaitu pertama, peran  sebagai perencanaan mutu, yang kedua peran sebagai  pengendalian  mutu, yang ketiga peran perbaikan mutu.

Faktor penghambat kepala sekolah SDIT QURATA A’YUN BATU SANGKAR dalam meningkatkan mutu  pendidikan adalah  masih adabawahan  yang  kurang tanggap untuk bekerja secara produktif, kurangnya tenaga pendidik / guru tetap, kurangnya sarana dan prasarana belajar, dan karakter bawahan yang berbeda dan persediaan dana yang terbatas.

Sedangkan faktor pendorong atau pendukung kepala SDIT QURATA A’YUN BATU SANGKAR dalam meningkatkan mutu pendidikan terdidri dari faktor internal adalah dorongan diri dari kepala seolah SDIT QURATA A’YUN BATU SANGKAR untuk selalu berpretasi, kemampuan dan sikapnya terhadap tugas, dan faktor eksternal adalah dukungan dari segenap komponen  madrasah termasuk komite   sekolah dan kondisi  masyarakat yang medukung.

Kata Kunci : Peran Kepala Sekolah, Peningkatan Mutu Pendidikan dan konsep Manajemen Mutu Terpadu



PENDAHULUAN

Manajemen mutu terpadu merupakan suatu keinginan untuk selalu mencoba mengerjakan sesuatu dengan selalu baik sejak awal. sehingga ketika dari awal lembaga pendidikan mepersiapkan segala sesuatunya denga baik maka pendidikan disekolah tersebut akan lebih berkualitas.

Sehingga mutu pendidikan merupakan salah satu pilar  pembangunan sumberdaya manusia sangat penting bagi pembangunan nasional. Bahkan masa depan bangsa terletak pada keberadaan pendidikan yang berkualitas dan bermutu pada masa kini pendidikan yang bermutu pada masa kini pendidikan yang bermutu hanya akan muncul apabila terdapat lembaga pendidikan memperhatikan mutu pendidikan itu sendiri. 

Telah banyak contoh negara yang secara geografis kecil relative tidak mempunyai sumberdaya alam tumbuh menjadi bangsa unggul karena lulusan dari sistem pendidikan yag dapat diandalkan dan terjaganya, karena upaya menciptakan pendidikan bermutu. Manajemen kualitas terpadu  merupakan konsep yang mengutamakan kualitas/mutu, tidak hanya diterapkan dalam dunia bisnis atau industri, tetapi akhir-akhir ini juga telah diterapkan dalam dunia pendidikian, melalui optimalisasi dan aspek-aspek manajemen inilah yang menjadi obsesi dalam penerapan TQM , sehingga pelanggan akan merasa puas dengan kualitas produk atau  jasa yang dihasilkan.

Memasuki era otonomi yang baru, sebagai sekolah swasta dibawah naungan yayasan diharapkan untuk bisa mandiri dan mampu untuk menggali potensi yang ada didalam sekolahnya. Suatu tantangan yang patut mendapat respon dari pihak penyelenggara pendidikan swasta, agar diera otonomi mereka harus dapat mengoptimalkan kinerja tanpa ketergantungannya pada pemerintah. Pihak sekolah harus benar-benar menata kembali lembaga sekolah dengan manajemen modren dan profesional. 

Sekolah swasta harus benar-benar inovatif memberdayakan potensi sekolah ditengah masyarakat, menampilkan produktivitas yang tinggi, sehingga ketergantungan tersebut bisa dikurangi. Sekolah merupakan salah satu tumpuan untuk memperbaiki sumberdaya manusia.

Oleh karena itu, sekolah merupakan tempat utama dalam memperbaiki kualitas dan persiapan awal, untuk mengahadapi kompetensi yang ada  pada zaman sekarang ini. Yaitu dengan cara maciptakan manajemen sekolah yang baik dan berkualitas, karena manajemen sekolah adalah tempat untuk menciptakan kualitas dan keunggulan tersebut, manajemen sekolah akan terlaksana jika dengan sumber daya manusia(SDM )  yang memiliki kemampuan , integrasi dan kemauan yang tinggi. 

Dalam kerangka inilah dirasa perlunya peningkatan kemampuan profesional kepala madrasah untuk menyukseskan program-program pemerintah yang digulirkan berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan utuk maksud itu, maka kepala sekolah harus tau apa yang harus dicapai (visi) dan bagaimana mencapainya (misi).  Kepala sekolah harus harus memiliki karakter yang menunjukan integritasnya, segala bentuk kegiatan madrasah selalu diarahkan pada peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan unuk meningkatkan mtu pendidikan agar dapat sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan perkembangan zaman.

Keberadaan SDIT QURATA A’YUN BATU SANGKAR sebagai salah satu pendidikan yang bercirikan keislaman dan selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan di BATU SANGKAR. 

Berdasarkan uraian diatas,  maka dapat dibuat beerapa rumusan masalah sebagai berikut  : ada dua pokok masalah yang perlu dibahas, pertama, peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SDIT QURATA A’YUN BATU SANGKAR, dan kedua faktor penghambat dan pendorong apa saja yang dihadapi kep ala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SDIT QURATA A’YUN.

PEMBAHASAN


Landasan Teoritis Hakikat  Manajemen Mutu Terpadu


TQM yang kita kenal dengan manajemen mutu terpadu merupakan suatu pendekatan dalam upaya eningkatkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang mempunyai prinsip-prinsip uatama. Dalam manajemen terpadu pelanggan dan kepentingannya harus mendapat perhatian utama. Dan untuk mewujudkan harapan pelanggan dibutuhkan partiipasi semua pegawai serta dikomandani oleh seorang pemimpin yang mampu menggerakkan pegawai agar mereka memiliki motivasi dan kinerja yang tinggi dalam mencapai tujuan kepuasan pelangganm karena pada hakekatnya seorang pemimpin adalah seorang yang bisa mempengaruhi dan menggerakkan bawahan.

Manajemen mutu terpadu selain dikenal pada dunia dan industri atau bisnis, manajemen mutu terpadu juga telah memasuki organisasi pendidikan. Dalam pradigma manajemen mutu terpadu  juga telah  memasuki  organisasi pendidikan. Dalam pradigma manajemen mutu terpadu merupakan suatu hal yang dikedepankan, tidak terkecuali pada kegiatan pendidikan, manajemen mutu terpadu merupakan sebuah manajemen yang berorientasasi pada peningkatan mutu baik dari inputs, proses, layanan maupun outputs. Upaya peningkatan mutu ini diarahkan kepada upaya memberikan kepuasan bagi pengguna produk.


Peran Kepala Sekolah

Adapun perananan utama pemimpin pendidikan dalam kultur (budaya)  mutu yang dipaparkan oleh (Sallis,1993:173), yaitu:

Memiliki fisi mutu terpadu bagi institusi  

Memiliki komitmen yang jelas terhadap proses  peningkatan mutu

Mengkomunikasikan pesan mutu

Memastikan kebutuhan pelanggan menjadi pusat kebijakan dan praktek institusi 

Mengarahkan perkembangan karyawan 

Berhati-hati dengan tidak menyalahkan orang lain saat persoalan muncul tanpa bukti-bukti yang nyata

Memimpin inovasi dalam institusi 

Mampu memastikan bahwa struktur organisasi secara jelas telah mendefenisikan tanggung  jawab dan mampu mempersiapkan delegasi yang tepat

Memiliki komitmen menghilangkan rintangan,  baik yang sifat organisasional maupun cultural

 Membangun tim yang efektif 

Mengembangkan mekanisme yang tepat untuk mengawasi dan mengevaluasi kesuksesan.


Fungsi Manajer Perspektif  Manajemen Mutu Terpadu 

Pengendalian mutu, ada tiga unsur utama dalam fungsi  pengendalian yakni ( Stoner dan Wankel,2003:24):

Menetapkan standar kinerja

Mengukur kinerja yang sedang berjalan dan membandingkan dengan s tandar yang telah di bekukan.

Mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kinerja yang tidak sesuai dengan standar 

Perbaikan mutu, ada lima aktivitas pokok  dalam perbaikan  berkesinambungan yaitu (Tjipto dan Diana,2002:266): 

Komunikasi

Memperbaiki masalah yang nyata atau jelas

Memandang kehulu 

Mendokumentasikan kemajuan dan masalah 

Memantau perubahan

Kepemimpinan Manajemen Mutu Terpadu 

Didalam manajemen mutu terpadu ada lima pilar utama untuk menggerakkan suatu organisasi yaitu: 

Deming, juran dan crosby sebagai guru dalam manajemen mutu terpadu telah mengidentifikasikan bahwa proses perbaikan mutu memerlukan keseimbangan antara perbaikan proses dengan peningkatan sumber daya manusia yang dikendalikan oleh kepemimpinan mutu.

 

Guru dan Siswa Adalah Mitra Kepala Sekolah

Adanya otonomi pendidikan sekarang ini membawa dampak yang signifikan terhadap sistem pendidikan yang dijalankan dalam sebuah sekolah. Hal ini berarti sekolah memberikan keleluasan untuk mendaya gunakan sumberdaya yang ada secara efektif. Oleh karena implikasi itu maka sekali lagi peran kepala sekolah sangat dibutuhkan untuk mengelola manusia-manusia yang ada dalam organisasi sekolah termasuk memiliki strategi yang tepat untuk mengelola konflik. 

Peran Sebagai Perencana Mutu

Didalam pelaksanaan tugas sebagai kepala sekolah  dari segi perencanaan bahwa dalam penyusunan sebuah rencana  sekolah, kepala sekolah selalu melakukan koordinasi kepada wakil kepala sekolah yang telah memiliki berbagai tugas masing-masing, sehingga memudahkan kepalas sekolah untuk membuat sebuah kebijakan.

Peran Sebagai Pengendalian Mutu

Dari segi pengendalian, yang ada salah satunya adalah salah satunya adalah dengan adanya rapat bulanan yang dilakukan , yang bertujuan untuk mengevaluasi setiap kegiatan  yang sedang dilakukan ataupun yang akan dilakukan, tentu saja dengan adanyarapat bulanan ini, setiap program kerja dibahas dan mendapatkan kesepakatan bersama diantara para guru dan karyawan.

Peran Dari Segi Perbaikan 

Dalam program kerja melakukan supervisi setiap persemester yag dilakukn langsung oleh kepala sekolah beserta para wakilnya ataupun guru yang memiliki kemampuan untuk melakukan supervisi. Ini dilakukan bertuniam untuk mengevaluasi hasil kerja selama ini serta masukan yang akan diberikan kepada guru  yang di supervisi demi kepentingan bersama, namun hasil supervisi ini, ada sebagian guru yang tidak diberitahukan apa-apa saja kekurangan dan kelemahan guru untuk itu dalam proses pembelajaran dikelas sehingga perbaikan kinerja tugasnya sebgai guru masih belum dapat mencapai apa yang diinginkan oleh kepala sekolah

   

Faktor-Faktor Penghambat  dan Pendorong Peningkatan Mutu Pendidikan 

Hambatan yang dihadapi kepala SDIT QURATA A’YUN BATU SANGKAR dalam meningkatkan kinerja kepemimpinannya dalam rangka mewujudkan visi dan misi sekolah peningkatan mutu sekolah adalah :

Masih adanya tenaga pegawai yang kurang tanggap untuk menjalankan tugas secara baik 

Anggaran keuangan yang terbatas 

Sarana dan prasarana mengajar masih belum memadai



KESIMPULAN 

Setelah menganalisa data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa:

Peran kepala SDIT QURATA A’YUN BATU SANGKAR dalam meningkatkan mutu pendidikan perspektif konsep mutu terpadu sudah melakukan dengan baik yaitu: pertama, peran sebagai perancanaan mutu kepala SDIT QURATA A’YUN melakukan koordinasi kepada seluruh staf karyawan dan juga dewan guru dalam melakukan kegiatan, melibatkan seluruh komponen, menjelakan tujuan yang akan dicapai, membentuk panitia-panitia, mengadakan monitoring dan  mengadakan  musyawarah setiap mau melakukan kegiatan, kedua, peran sebagai pengendalian mutu kepala SDIT QURATA A’YUN dalam hal ini adalah mengadakan evaluasi kinerja, membandingkan kinerja aktual dengan target, mengadakan rapat bulanan, menetapkan standarkhusu dalam kinerja, memberikan  reward ,  dan panishman, memberikan arahan kepada pegawai, meminta laporan setelah kegiatan dan selalu memberikan motivasi kepada staf  karyawan maupun dewan guru, ketiga,  peran sebagai perbaikan mutu dalam hal ini kepada SDIT QURATA A’YUN mengadakan perbaikan terus menerus, mengadakan supervisi setiap persemeter memberikan pelatihan dan pendidikan kepada guru dan  pegawai, mengadakan bimbingan belajar siswa pada jam  luar sekolah dan bekerja sama dengan orang tua murid.

Faktor Penghambat dan Pendorong  Kepala SDIT QURATA A’YUN dalam meningkatkan mutu pendidikan:

Faktor penghabat yaitu: masih ada pegawai yang kurang tanggap dam menjalankan tugas, kurang tenaga pendidik, anggaran keuangan yang terbatas, dan sarana prasana belajar ang kekuarang memadai. 

Faktor pendukung yaitu: faktor individual diantaranya skap dan kemampuan dan motivasi yang tinggi untuk berprestasi dalam tugas, dukungan yang dapat dari bawahan, dukungan dari komite sekolah dan masyarakat setempat .









DAFTAR PUSTAKA 

Abu Bakar, Usman dan Surohim. 2006. Fungsi Ganda Lembaga Pendidikan Islam. Safira Insani Press, Yogyakarta. 

Jalal, F dan Supriadi, D. 2001. Reformasi Pendidikan dalam Konteks Otonomi Daerah. Adicita Karya Nusa, Jakarta

Marbun, Henryanto. 1993. Manajemen Mutu Sekolah. Grasindo, Jakarta.

















Komentar